Rabu, 07 September 2016

SYUKURMU MASA DEPANMU

بسم الله الرحمن الرحيم

Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG BERSYUKUR

Oleh : Indah Fauziatin

Hidup akan indah, jika kita menjalaninya dengan anggun.

Hidup akan mudah, jika kesulitan kita anggap mudah.

Hidup itu taqdir, yang harus diterima oleh siapapun.

dan,,,,,

Hidup bahagia adalah sebuah pilihan. Yang semua orang pasti ingin mendapatkan.


Rabu, 13 Juli 2016

MARAH ATAU DIAM



Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG MARAH

Marah,,,,?
Semua orang pasti pernah marah. Marah merupakan salah satu emosi yang Allah Subhanahuwata'ala berikan kepada manusia. 

Marah secara istilah, اَلْغَضَبُ yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, dan yang paling besar dari marah adalah اَلْغَيْظُ, hingga mereka berkata dalam definisinya: “Kemarahan yang teramat sangat.”

Tanda-Tanda Kemarahan yang zhahir dan yang menunjukkannya, dan tanda-tanda yang dapat diketahui dengannya di antaranya:
1.       Mengejangnya urat dan otot disertai memerahnya wajah dan kedua mata.
2.      Wajah yang cemberut (muram) dan dahi yang mengerut.
3.      Permusuhan dengan orang lain melalui lisan, tangan, kaki, atau yang semisalnya.
4.     Membalas musuh dengan balasan yang setimpal dengannya atau lebih parah darinya, tanpa memikirkan akibat-akibatnya yang fatal dan seterusnya.

Kamis, 19 Mei 2016

UKUR DULU,,,,,BARU PUTUSKAN.....!!!

Bismillah

Hasil gambar untuk GAMBAR PENGUKURAN

UKUR DULU,,,,, BARU PUTUSKAN ...... !!!
Oleh : Indah Fauziatin

Ada saja komentar-komentar yang dijadikan alasan untuk orang berbuat seenaknya, dengan tidak mengikuti dan mematuhi peraturan yang telah disepakati. Seperti seorang mahasiswa yang wajib hadir dalam perkuliahan, lalu bolos dari kelasnya, kemudian mengungkapkan alasan bolosnya dikarenakan malas, atau bosan, atau cape, atau alasan-alasan lain yang dapat dikatakan tidak bertanggungjawab.

Banyak macam perbuatan dan pekerjaan yang dapat dilakukan, banyak manfaat dan hasil yang dapat diperoleh. Namun banyak pula resiko yang mungkin akan dihadapi. Sebagian orang banyak tidak berpikir apa resiko yang akan dihadapi dari perbuatan yang sedang, dan akan dilakukan. Karena biasanya mereka melakukan sesuatu sesuai keinginan pada kondisi hati (mood) saat itu. Untuk resiko menjadi urusan yang kesekian.

Orangtua mengharapkan anak-anaknya akan sukses di masa depannya. Mulai menanam dengan kasih sayang, lalu menabur dengan pendidikan, kemudian akan memetik hasil dari benih yang telah dipupuk. Tugas menanam bisa jadi tidak terlalu sulit bagi orangtua untuk dilakukan karena dasar ikatan darah yang akhirnya kasih sayang akan terus terasa antar orangtua dan anak. Yang menjadi sulit adalah pada saat menabur. Menabur dengan pendidkan adalah masa yang cukup panjang dan tidak akan pernah berhenti hingga ajal menjemput.

Seorang mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan beberapa hari. Setelah ditanya alasannya, ternyata dia sedang tidak semangat kuliah.
Seorang ibu asyik dengan smartphonenya, hingga lalai dari tugasnya untuk mengurus rumah tangga. Setelah ditanya alasannya, ternyata dia bosan dengan rutinitas yang dilakukan.

Contoh di atas banyak kiat jumpai. Mau ada alasan atau tanpa alasan itu bisa saja terjadi pada diri kita dan keluarga kita.

Allah Subhaanahu Wata’ala menciptakan manusia yang terdapat padanya hawa nafsu. Hawa nafsu ini yang membuat manusia akan mengalami naik turunnya sebuah kekuatan. Kekuatan itu bisa berupa keimanan/keyakinan.
Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, bahwasanya
 “اَلْإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ” iman itu bisa naik dan bisa turun.

Atas dasar dalil di atas, tidaklah seseorang selalu menyandarkan kelemahan (tidak semangat, bosan, dan lain-lain) itu sebagai  alasan untuk menghindar dari melakukan hal-hal yang baik.
Namun kelemahan itu harus dijadikan alarm (pengingat) kita untuk meningkatkan kekuatan yang kita punya.
Dengan cara : “Ukur Dulu,,, Baru Putuskan...!!!”

1.    Sebagai mahasiswa = posisi seorang anak yang orangtuanya menaruh harapan besar untuk sukses di masa depannya.
Maka :
·         Mengukur diri dengan berada di posisi orangtua.
·         Harapan orangtua menjadi motivasi dan kekuatan untuk dapat memutuskan apakah harus mengikuti kelemahan (tidak semangat) itu, atau mengikuti arah kekuatan untuk mewujudkan sebuah harapan.
·         Memutuskan :
Ø  Jika tidak semangat, maka orangtua akan sedih dan kecewa.
Ø  Jika terus semangat, maka orangtua akan senang dan anak (mahasiswa) akan mendapat hasil yang baik.
2.    Sebagai ibu (oragtua) = posisi seorang ibu yang memiliki anak dan keluarga. Pastinya memiliki banyak harapan dan cita-cita yang akan diraih.
Maka :
·         Mengukur diri dengan berada di posisi anak.
·         Harapan dan cita-cita ibu sebagai orangtua menjadi motivasi dan kekuatan untuk dapat memutuskan apakah harus mengikuti kelemahan (bosan) itu, atau mengikuti arah kekuatan untuk mewujudkan sebuah harapan dan cita-cita.
·         Memutuskan :
Ø  Jika mengikuti bosan, maka orangtua akan menjadi orang yang rugi. Dan akan dilihat oleh anak dan keluarga, bahkan hal tersebut bisa dicontoh dan ditiru.
Ø  Jika meninggalkan bosan, dan terus fokus mengerjakan apa yang harus dikerjakan, maka orangtua akan beruntung. Anak dan keluarga akan senang. Bahkan mereka akan bangga memiliki orangtua yang selalu mengisi waktunya untuk hal-hal yang tidak membosankan. Terutama tidak bosan untuk belajar dan mengajar. Dengan begitu, hidup akan bermakna dan akan memperoleh banyak ilmu.

Demikian,  jika kita dapat mengukur diri dengan berada di posisi orang lain, maka kita dapat memutuskan apa yang terbaik untuk kita dan orang di sekitar kita.  Siapapun peran kita, apapun pekerjaan yang harus dilakukan, maka berperanlah dengan profesional, dan lakukanlah pekerjaan yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Semoga bermanfaat.


JKT.19/4/16.23.30

Rabu, 27 April 2016

SENYUMMU MODALMU

Bismillah

SENYUMMU MODALMU
Oleh : Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar orang TERSENYUM dalam sedih


Sungguh!!! Senyum merupakan suatu hal yang sangat mudah dilakukan setiap orang. Namun masih saja ada orang merasa malas untuk melakukannya, ditambah lagi jika hati sedang resah, marah, gelisah, dan semisalnya.

Allah Subhaanahu Wata’ala menciptakan manusia dengan kesempurnaan bentuk, di antaranya mampu melakukan gerakan senyum, yaitu menarik dan melebarkan bibir ke samping dan menggerakkan pipi ke atas.  Banyak manfaat yang didapat dengan senyum, salah satunya meyenangkan hati orang atau menebarkan kebahagiaan kepada orang lain.

Senyum adalah ekspresi positif: cinta, syukur, kegembiraan, gairah, semangat, antusiasme, harapan dan kepuasan. Seorang yang senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya. Hampir semua orang memberikan respon postif terhadap senyum yang diberikan, yang artinya senyum akan berdampak baik pada diri sendiri dan orang lain.

Senyum akan mudah dilakukan jika sedang bahagia, senang, dan gembira.
Lalu, bagaimana jika senyum dilakukan jika sedang sedih, gundah, dan marah? Mudahkah itu dilakukan?

Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang senyum yaitu:
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
Yang artinya : Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi)

Senyum senilai dengan sedekah. Senyum merupakan akhlaq mulia. Konten akhlaq mulia adalah kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah suri tauladan yang memiliki akhlaq mulia, beliau selalu menebarkan senyum terhadap orang yang ditemuinya.

Kesedihan, kegundahan, dan kemarahan dapat menghalangi seseorang untuk tersenyum.
Suasana hati yang tidak nyaman akan terpancar pada angota tubuh yang lain, seperti kemalasan, dan ekspresi negative yang lainnya.

Senyuman…. oh…. Senyuman….

Mengapa sulit kulakukan, jika ku marah dengan dia?
Mengapa sulit kulakukan, jika masalah ini sangat membebaniku?
Mengapa berat kulakukan, jika bertemu dengan dia yang telah menyakitiku?
Mengapa berat kulakukan, jika selalu teringat akan masalah yang terus manghantuiku?

Sesungguhnya, Wahai Saudara,,,,,,

Senyummu adalah modalmu, karena senyum adalah sedekah yang menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak. 

Senyummu adalah modalmu, karena senyum adalah modal yang sangat murah meriah untuk mendapatkan jannah. 

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum orang akan terbawa bahagia dan tidak terbawa duka lara.
  
Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum hati akan terlatih untuk menerima ujian dan masalah, dan dapat solusi dengan mudah.

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum berarti menunjukkan akan keikhlasan untuk memaafkan, ketulusan akan menyambung persaudaraan, dan keridhaan akan terus melalui ujian yang dihapadapi.

Senyummu adalah modalmu, karena senyum membuat anggota tubuh menjadi sehat.

Senyummu adalah modalmu, karena senyum akan menunjukkan kebesaran hati.

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum kepada saudara yang lain, berarti telah melaksanakan sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Senyumlah dengan tulus dan ikhlas !!!
Terimalah masalah dengan senyuman !!!
Berlatihlah,,,,!!! Walau terasa sulit, Berlatihlah terus,,,!!!
Allah Subhaanahu Wata’ala akan memberi jalan keluar dan kemudahan atas segala urusan karena Allah akan membalas kebaikan atas orang yang telah melakukan sunnah Rasul.

Semoga bermanfaat.


JKT.18.4.16.17

SYUKURI PEDIHMU....!!!

Bismillah

SYUKURI PEDIHMU…..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar orang BERSYUKUR dalam sedih

Sakit rasanya jika dikhianati, sakit rasanya jika dianggap tak berguna, pedih rasanya jika itu dikenang, marah rasanya jika itu  diingat, apa yang sudah dilakukan dengan tulus ternyata tidak ada nilainya di mata mereka. Jadilah, semua itu sakit hati.

Siapa yang tidak pernah sakit hati?
Siapa yang tidak pernah dikhianati?
Siapa yang tidak pernah merasa dizhalimi?

Rasanya, semua orang pernah mengalami hal-hal itu…..

Lalu, adakah oranglain  yang peduli dengan kondisi seperti itu?

Saudariku,,,,
Sebesar apapun sakitmu, seperih apapun pedihmu,,,
Syukurilah sakitmu, karena disana ada nikmat Allah yang tersembunyi.
Syukurilah pedihmu, karena disana terdapat hikmah dan pelajaran yang besar untukmu.

Rasa syukur akan mengobati rasa sakitmu.
Rasa syukur akan membawa jiwamu tenggelam dalam kedamaian.
Rasa syukur akan membuatmu mendapatkan hadiah yang banyak dari Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
                          
Tunggu apa lagi…………….
Terimalah sakit dan pedih itu dengan ikhlas, Syukuri pedihmu karena itu pilihan terbaik bagimu.

Demikian, dengan bersyukur kita akan menjadi hamba yang damai. In sya Allah tidak terjadi dendam. Cobalah, walau berat !!!

Semoga bermanfaat.


JKT/24.3.16/20.00

Rabu, 13 April 2016

KEMBALILAH.....!!!

BISMILLAH
KEMBALILAH……..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar pulang

Suatu ketika, seseorang merindukan sesuatu.
Rindu masa lalu, rindu masa sekolah, rindu akan hadirnya suatu kebahagian, atau rindu-rindu lainnya.
Setiap orang berhak untuk menunjukkan perasaannya, khususnya “Rindu…”.

Secara umum rindu merupakan suatu perasaan bahagia  yang ingin diulangi atau dilewati kembali, atau hadir kembali untuk dapat dirasakan yang sebelumnya pernah dirasakan.

Rindu terhadap orang-orang yang dicintai sering dipakai untuk mewakili perasaan yang sedang hadir dan dapat diungkapkan. Jika lama tidak bertemu, maka kerinduan hadir untuk berjumpa kembali.

Seorang anak yang sangat jarang sekali bertemu dengan ibunya merasa rindu untuk dapat berjumpa dengan sang ibu. Namun jarak yang sangat jauh membuat pertemuan itu belum bisa terwujud, dan kerinduan itu semakin mendalam. Demikian pula dengan ibunya yang rindu kepada sang anak. Kerinduan mereka semakin dalam yang akhirnya salah satu di antara mereka mengalami sakit, karena sebab tekanan perasaan rindu.

Rindu… oh… rindu….

Secara khusus, rindu yang sebenarnya adalah rindu akan pertemuan seorang hamba kepada Sang Pencipta, yaitu Al-Khaliq, Allah Subhanahu wata’ala.

Pertemuan tersebut adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan bekal yang sangat banyak. Pengorbanan yang cukup besar. Dan kesadaran yang harus penuh, walaupun terkadang manusia sangat banyak lalainya.

Adakah rindu itu hadir pada diri kita,,,,,?

Rindu sesuatu, biasanya adanya sesuatu itu pernah terjadi.
Lalu, Rindu dengan Sang Pencipta, bisakah hadir pada kita?  
Dahulu, kita telah bersaksi kepada Sang Pencita sebelum kita dilahirkan di muka bumi, kemudian kita lupa dengan persaksian tersebut.

Jika ada kerinduan hadir pada kita, itulah tanda kita ingat akan persaksian tersebut.
Bagaimana cara agar kita ingat, dan bagaimana agar rindu itu hadir,,,,?
Jawabannya adalah….
KEMBALILAH….!!!

Kembalilah,,,, kepada petunujuk yang Allah Subhanahu wata’ala berikan dalam kalam-Nya atau perkataan-Nya yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim,

Kembalilah,,,,, kepada As-Sunnah yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah berikan contoh untuk mengamalkan petunjuk yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan.

Kembalilah,,, untuk selalu melihat, mendengar, dan merasa apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala anugrahkan nikmat-nikmatNya kepada kita dengan basahkan lisan kita ‘bi dzikrillah’.

Kembalilah,,,,, untuk persiapan kita di akhirat kelak. Karena akhirat adalah kehidupan yang kekal abadi.

Kembalilah,,,,, untuk menjadi orang yang selalu memperbahauri niat,
Kemablilah,,,,, untuk selalu dapat menjaga akhlaq kita kepada Allah, makhluk Allah, dan diri sendiri.
Kemablilah,,,,, untuk menyadarkan diri untuk memilih mana yang yang lebih penting dari yang penting.

Demikian, semoga kita termasuk orang yang kembali dengan Husnul Khatimah (kembali yang baik), yang dapat meluapkan rasa rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Rabbul ‘Alamin, Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, Maret 2016

20.00

Rabu, 09 Maret 2016

SIAPA YANG SALAH.......?

Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG BERSALAH

Salah siapa ini...???
Begitulah salah seorang ibu mengatakan jika melihat sesuatu yang tidak pantas menurutnya.
Pertengkaran anak, percekcokan suami istri, perdebatan pendapat antar keluarga dan lingkungan,
dan lain sebagainya.
Semua bersumber dari perkataan dan perbuatan seseorang.
Yang bisa jadi sebuah bencana ataupun manfaat.

Agama mengajarkan mannusia agar berkata yang baik, dan berbuat yang baik pula.
Karena dari situlah, orang lain akan memberikan nilai dan ekspresi baik atau buruk dari sebuah perkataan dan perbuatan.
Orang yang baik akan dicintai dan disayangi orang lain.
Dan orang yang jahat atau buruk akan dibenci dan dijauhi banyak orang, kecuali orang-orang yang semisalnya.

Perkataan dan perbuatan baik seseorang merupakan hasil dari beberapa faktor.
Diantaranya adalah kebiasaan dan pendidikan.
Kebiasaan merupakan awal pembentukan karakter.
Adapun pendidikan merupakan asupan yang akan mendukung karakter tersebur.
Faktor pendidikan adalah masukan yang sangat besa perannya dalam pembentukan karakter seseorang.
Pendidikan yang paling utama adalah pendidikan agama. Kemudian diikuti dengan jenjang-jenjang pendidikan berikutnya.



Hasil gambar untuk GAMBAR ORANG BERSALAH