Rabu, 13 April 2016

KEMBALILAH.....!!!

BISMILLAH
KEMBALILAH……..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar pulang

Suatu ketika, seseorang merindukan sesuatu.
Rindu masa lalu, rindu masa sekolah, rindu akan hadirnya suatu kebahagian, atau rindu-rindu lainnya.
Setiap orang berhak untuk menunjukkan perasaannya, khususnya “Rindu…”.

Secara umum rindu merupakan suatu perasaan bahagia  yang ingin diulangi atau dilewati kembali, atau hadir kembali untuk dapat dirasakan yang sebelumnya pernah dirasakan.

Rindu terhadap orang-orang yang dicintai sering dipakai untuk mewakili perasaan yang sedang hadir dan dapat diungkapkan. Jika lama tidak bertemu, maka kerinduan hadir untuk berjumpa kembali.

Seorang anak yang sangat jarang sekali bertemu dengan ibunya merasa rindu untuk dapat berjumpa dengan sang ibu. Namun jarak yang sangat jauh membuat pertemuan itu belum bisa terwujud, dan kerinduan itu semakin mendalam. Demikian pula dengan ibunya yang rindu kepada sang anak. Kerinduan mereka semakin dalam yang akhirnya salah satu di antara mereka mengalami sakit, karena sebab tekanan perasaan rindu.

Rindu… oh… rindu….

Secara khusus, rindu yang sebenarnya adalah rindu akan pertemuan seorang hamba kepada Sang Pencipta, yaitu Al-Khaliq, Allah Subhanahu wata’ala.

Pertemuan tersebut adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan bekal yang sangat banyak. Pengorbanan yang cukup besar. Dan kesadaran yang harus penuh, walaupun terkadang manusia sangat banyak lalainya.

Adakah rindu itu hadir pada diri kita,,,,,?

Rindu sesuatu, biasanya adanya sesuatu itu pernah terjadi.
Lalu, Rindu dengan Sang Pencipta, bisakah hadir pada kita?  
Dahulu, kita telah bersaksi kepada Sang Pencita sebelum kita dilahirkan di muka bumi, kemudian kita lupa dengan persaksian tersebut.

Jika ada kerinduan hadir pada kita, itulah tanda kita ingat akan persaksian tersebut.
Bagaimana cara agar kita ingat, dan bagaimana agar rindu itu hadir,,,,?
Jawabannya adalah….
KEMBALILAH….!!!

Kembalilah,,,, kepada petunujuk yang Allah Subhanahu wata’ala berikan dalam kalam-Nya atau perkataan-Nya yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim,

Kembalilah,,,,, kepada As-Sunnah yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah berikan contoh untuk mengamalkan petunjuk yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan.

Kembalilah,,, untuk selalu melihat, mendengar, dan merasa apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala anugrahkan nikmat-nikmatNya kepada kita dengan basahkan lisan kita ‘bi dzikrillah’.

Kembalilah,,,,, untuk persiapan kita di akhirat kelak. Karena akhirat adalah kehidupan yang kekal abadi.

Kembalilah,,,,, untuk menjadi orang yang selalu memperbahauri niat,
Kemablilah,,,,, untuk selalu dapat menjaga akhlaq kita kepada Allah, makhluk Allah, dan diri sendiri.
Kemablilah,,,,, untuk menyadarkan diri untuk memilih mana yang yang lebih penting dari yang penting.

Demikian, semoga kita termasuk orang yang kembali dengan Husnul Khatimah (kembali yang baik), yang dapat meluapkan rasa rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Rabbul ‘Alamin, Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, Maret 2016

20.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar