BISMILLAH
KEMBALILAH……..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin
Suatu ketika, seseorang
merindukan sesuatu.
Rindu masa lalu, rindu masa
sekolah, rindu akan hadirnya suatu kebahagian, atau rindu-rindu lainnya.
Setiap orang berhak untuk
menunjukkan perasaannya, khususnya “Rindu…”.
Secara umum rindu merupakan
suatu perasaan bahagia yang ingin
diulangi atau dilewati kembali, atau hadir kembali untuk dapat dirasakan yang
sebelumnya pernah dirasakan.
Rindu terhadap orang-orang
yang dicintai sering dipakai untuk mewakili perasaan yang sedang hadir dan
dapat diungkapkan. Jika lama tidak bertemu, maka kerinduan hadir untuk berjumpa
kembali.
Seorang anak yang sangat
jarang sekali bertemu dengan ibunya merasa rindu untuk dapat berjumpa dengan
sang ibu. Namun jarak yang sangat jauh membuat pertemuan itu belum bisa
terwujud, dan kerinduan itu semakin mendalam. Demikian pula dengan ibunya yang
rindu kepada sang anak. Kerinduan mereka semakin dalam yang akhirnya salah satu
di antara mereka mengalami sakit, karena sebab tekanan perasaan rindu.
Rindu… oh… rindu….
Secara khusus, rindu yang
sebenarnya adalah rindu akan pertemuan seorang hamba kepada Sang Pencipta,
yaitu Al-Khaliq, Allah Subhanahu wata’ala.
Pertemuan tersebut adalah
sesuatu yang harus dipersiapkan dengan bekal yang sangat banyak. Pengorbanan
yang cukup besar. Dan kesadaran yang harus penuh, walaupun terkadang manusia
sangat banyak lalainya.
Adakah rindu itu hadir pada
diri kita,,,,,?
Rindu sesuatu, biasanya
adanya sesuatu itu pernah terjadi.
Lalu, Rindu dengan Sang
Pencipta, bisakah hadir pada kita?
Dahulu, kita telah bersaksi
kepada Sang Pencita sebelum kita dilahirkan di muka bumi, kemudian kita lupa
dengan persaksian tersebut.
Jika ada kerinduan hadir pada
kita, itulah tanda kita ingat akan persaksian tersebut.
Bagaimana cara agar kita
ingat, dan bagaimana agar rindu itu hadir,,,,?
Jawabannya adalah….
KEMBALILAH….!!!
Kembalilah,,,, kepada petunujuk
yang Allah Subhanahu wata’ala berikan dalam kalam-Nya atau perkataan-Nya yang
tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim,
Kembalilah,,,,, kepada
As-Sunnah yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah berikan contoh
untuk mengamalkan petunjuk yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan.
Kembalilah,,, untuk selalu
melihat, mendengar, dan merasa apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala anugrahkan
nikmat-nikmatNya kepada kita dengan basahkan lisan kita ‘bi dzikrillah’.
Kembalilah,,,,, untuk
persiapan kita di akhirat kelak. Karena akhirat adalah kehidupan yang kekal
abadi.
Kembalilah,,,,, untuk menjadi
orang yang selalu memperbahauri niat,
Kemablilah,,,,, untuk selalu
dapat menjaga akhlaq kita kepada Allah, makhluk Allah, dan diri sendiri.
Kemablilah,,,,, untuk
menyadarkan diri untuk memilih mana yang yang lebih penting dari yang penting.
Demikian, semoga kita
termasuk orang yang kembali dengan Husnul Khatimah (kembali yang baik), yang dapat
meluapkan rasa rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Rabbul ‘Alamin, Allah
Subhanahu wata’ala.
Semoga bermanfaat.
Jakarta, Maret 2016
20.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar