Sabtu, 13 Februari 2016

Kamu Bertanya, Al-Qur'an Menjawab



Hidup itu banyak rasa.
Rasa Kehidupan ada yang pahit dan ada yang manis.
Sulit dirasa pahit, senang dirasa manis.
Tiada orang yang luput dari mencicipi rasa itu.

Siapa mengira, hidup itu indah.
Tergantung orang yang menjalankannya.
Ada yang asik hidup dengan hiburan dan hiruk pikuk kesenangan.
Ada pula yang tenggenglam dalam ketakutan menjalani hidup di dunia.

Berapapun harga yang harus dibayar untuk mencari kebahagiaan.
Tetap saja orang masih merasa kurang.
Itulah sifat yang melekat pada setiap insan manusia.
Merasa kurang atas apa yang telah, sedang, dan akan diperolehnya.

Syarat hidup adalah berjuang untuk menjalani kehidupan itu sendiri.
Selama nyawa berada dalam jasad, maka ujian akan silih berganti untuk menghampiri.
Ujian kehidupan bagaikan soal ujian untuk mendapatkan kelulusan.
Soal ada di hadapan lalu dijawab, solusipun akan tampak untuk penyelesaian.
Kelulusan menjadi harapan.

Banyak cara dan solusi untuk menyelesaikan ujian atau masalah.
Namun cara yang paling jitu adalah kembalinya kita pada pedoman hidup manusia.
Yaitu, Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Dimana keduanya adalah petunjuk yang tidak akan menyesatkan bagi siapa yang ingin sukses.



    

Mengapa ujian selalu datang kepadaku.....?
Al-Ankabut : 2-3

Oh,,,, ujian ini begitu terasa berat untuk dijalani....?
Al-Baqarah : 286

Impian yang ku idam-idamkan tidak pernah terwujud, mengapa,,,,,?
Al-Baqarah : 216

Ujian bertubi-tubi, terasa berat beban ini, aku merasa frustasi!!!
Ali-'Imran : 139

Toloong,,,,Bagaimana cara mengatasi ini....?
Al-Baqarah : 45 

Kalau sudah begini, aku harus tetap menjalani ujian ini, apa yang aku dapat dari ini...?
At-Taubah : 111

Bantu aku menghadapinya, aku hampir habis tenaga dan harapan,,,,?
A-Taubah : 129
Yusuf : 12

Hatiku masih galau, lelah, gelisah, dan tidak tenang,,,, Berikan aku solusi....?
Ar-Ra'd : 28


Demikian, keluh kesah manusia tidak akan pernah habis.
Siapapun akan dapat menyelesaikan kegalauan hati dengan baik, jika kembali kepada Al-Qur'an sebagai petnjuk Sang Pencipta alam semesta dan As-Sunnah sebagai contoh yang nyata untuk mencapai tujuan dan harapan hidup yang pasti.

Semoga bermanfaat.

Mengapa Galau...

Hasil gambar untuk gambar orang galau

Setiap orang merasa dirinya paling menderita di dunia.
Jiwa terasa tiada berguna.
Hidup segan matipun tak bersedia.
Jika dipandang, sepertinya dia tak ada.
Itulah perasaan orang yang banyak masalah.
'GALAU' Orang menyebutnya.

Hidup dan mati bukanlah sebuah pilihan.
Namun itulah keadaan yang harus dijalankan.
Suka dan duka barulah menjadi sebuah pilihan.
Karena solusi yang diambil adalah dari sebuah keputusan.

Manusia..... ohh.... manusia.....

Hari-harimu dilalui dengan banyak sekali ujian.
Ujian datang, solusi terkadang tak terselesaikan.
Kemampuan diri menjadi sebuah tuntutan.
Menentukan keputusan untuk mendapat kelulusan.

Interaksi antar insan manusia, tidak dapat dihindari.
Karena manusia adalah makhluk sosial sejati.
Konflik antar sesama pasti terjadi.
Semua harus dihadapi dan tidak bisa sembunyi.



Apa Itu Galau....




Setiap orang merasa dirinya paling menderita di dunia. Jiwa terasa tiada berguna. Hidup segan matipun tak bersedia. Jika dipandang, sepertinya dia tak ada. Itulah perasaan orang yang banyak masalah. Orang menyebutnya 'GALAU'.

Galau adalah bergumuruhnya jiwa.

Bingung, malas, sedih, marah, dan berbagai perasaan yang dirasa bercampur menjadi satu. Jika diikuti alurnya, tak terasa airmata mengalir tak tertahan. Bisa jadi, orang lain dapat lemparan pelampiasan kemarahan. 

Penyebab galau adalah masalah.

Masalah adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan.
Setiap orang selalu punya harapan. Namun harapan adakalanya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka terjadilah masalah.

Orang/manusia tidak dapat menghindari dari masalah. Karena hidup itu harus berjuang untuk menyelesaikan masalah.
Galau merupakan perasaan yang kacau. Terkadang dapat menyebabkan hilang kontrol dalam berrsikap atau membuat sebuah keputusan.