Rabu, 27 April 2016

SENYUMMU MODALMU

Bismillah

SENYUMMU MODALMU
Oleh : Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar orang TERSENYUM dalam sedih


Sungguh!!! Senyum merupakan suatu hal yang sangat mudah dilakukan setiap orang. Namun masih saja ada orang merasa malas untuk melakukannya, ditambah lagi jika hati sedang resah, marah, gelisah, dan semisalnya.

Allah Subhaanahu Wata’ala menciptakan manusia dengan kesempurnaan bentuk, di antaranya mampu melakukan gerakan senyum, yaitu menarik dan melebarkan bibir ke samping dan menggerakkan pipi ke atas.  Banyak manfaat yang didapat dengan senyum, salah satunya meyenangkan hati orang atau menebarkan kebahagiaan kepada orang lain.

Senyum adalah ekspresi positif: cinta, syukur, kegembiraan, gairah, semangat, antusiasme, harapan dan kepuasan. Seorang yang senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya. Hampir semua orang memberikan respon postif terhadap senyum yang diberikan, yang artinya senyum akan berdampak baik pada diri sendiri dan orang lain.

Senyum akan mudah dilakukan jika sedang bahagia, senang, dan gembira.
Lalu, bagaimana jika senyum dilakukan jika sedang sedih, gundah, dan marah? Mudahkah itu dilakukan?

Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang senyum yaitu:
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
Yang artinya : Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi)

Senyum senilai dengan sedekah. Senyum merupakan akhlaq mulia. Konten akhlaq mulia adalah kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah suri tauladan yang memiliki akhlaq mulia, beliau selalu menebarkan senyum terhadap orang yang ditemuinya.

Kesedihan, kegundahan, dan kemarahan dapat menghalangi seseorang untuk tersenyum.
Suasana hati yang tidak nyaman akan terpancar pada angota tubuh yang lain, seperti kemalasan, dan ekspresi negative yang lainnya.

Senyuman…. oh…. Senyuman….

Mengapa sulit kulakukan, jika ku marah dengan dia?
Mengapa sulit kulakukan, jika masalah ini sangat membebaniku?
Mengapa berat kulakukan, jika bertemu dengan dia yang telah menyakitiku?
Mengapa berat kulakukan, jika selalu teringat akan masalah yang terus manghantuiku?

Sesungguhnya, Wahai Saudara,,,,,,

Senyummu adalah modalmu, karena senyum adalah sedekah yang menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak. 

Senyummu adalah modalmu, karena senyum adalah modal yang sangat murah meriah untuk mendapatkan jannah. 

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum orang akan terbawa bahagia dan tidak terbawa duka lara.
  
Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum hati akan terlatih untuk menerima ujian dan masalah, dan dapat solusi dengan mudah.

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum berarti menunjukkan akan keikhlasan untuk memaafkan, ketulusan akan menyambung persaudaraan, dan keridhaan akan terus melalui ujian yang dihapadapi.

Senyummu adalah modalmu, karena senyum membuat anggota tubuh menjadi sehat.

Senyummu adalah modalmu, karena senyum akan menunjukkan kebesaran hati.

Senyummu adalah modalmu, karena dengan senyum kepada saudara yang lain, berarti telah melaksanakan sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Senyumlah dengan tulus dan ikhlas !!!
Terimalah masalah dengan senyuman !!!
Berlatihlah,,,,!!! Walau terasa sulit, Berlatihlah terus,,,!!!
Allah Subhaanahu Wata’ala akan memberi jalan keluar dan kemudahan atas segala urusan karena Allah akan membalas kebaikan atas orang yang telah melakukan sunnah Rasul.

Semoga bermanfaat.


JKT.18.4.16.17

SYUKURI PEDIHMU....!!!

Bismillah

SYUKURI PEDIHMU…..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar orang BERSYUKUR dalam sedih

Sakit rasanya jika dikhianati, sakit rasanya jika dianggap tak berguna, pedih rasanya jika itu dikenang, marah rasanya jika itu  diingat, apa yang sudah dilakukan dengan tulus ternyata tidak ada nilainya di mata mereka. Jadilah, semua itu sakit hati.

Siapa yang tidak pernah sakit hati?
Siapa yang tidak pernah dikhianati?
Siapa yang tidak pernah merasa dizhalimi?

Rasanya, semua orang pernah mengalami hal-hal itu…..

Lalu, adakah oranglain  yang peduli dengan kondisi seperti itu?

Saudariku,,,,
Sebesar apapun sakitmu, seperih apapun pedihmu,,,
Syukurilah sakitmu, karena disana ada nikmat Allah yang tersembunyi.
Syukurilah pedihmu, karena disana terdapat hikmah dan pelajaran yang besar untukmu.

Rasa syukur akan mengobati rasa sakitmu.
Rasa syukur akan membawa jiwamu tenggelam dalam kedamaian.
Rasa syukur akan membuatmu mendapatkan hadiah yang banyak dari Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
                          
Tunggu apa lagi…………….
Terimalah sakit dan pedih itu dengan ikhlas, Syukuri pedihmu karena itu pilihan terbaik bagimu.

Demikian, dengan bersyukur kita akan menjadi hamba yang damai. In sya Allah tidak terjadi dendam. Cobalah, walau berat !!!

Semoga bermanfaat.


JKT/24.3.16/20.00

Rabu, 13 April 2016

KEMBALILAH.....!!!

BISMILLAH
KEMBALILAH……..!!!!
Oleh: Indah Fauziatin

Hasil gambar untuk gambar pulang

Suatu ketika, seseorang merindukan sesuatu.
Rindu masa lalu, rindu masa sekolah, rindu akan hadirnya suatu kebahagian, atau rindu-rindu lainnya.
Setiap orang berhak untuk menunjukkan perasaannya, khususnya “Rindu…”.

Secara umum rindu merupakan suatu perasaan bahagia  yang ingin diulangi atau dilewati kembali, atau hadir kembali untuk dapat dirasakan yang sebelumnya pernah dirasakan.

Rindu terhadap orang-orang yang dicintai sering dipakai untuk mewakili perasaan yang sedang hadir dan dapat diungkapkan. Jika lama tidak bertemu, maka kerinduan hadir untuk berjumpa kembali.

Seorang anak yang sangat jarang sekali bertemu dengan ibunya merasa rindu untuk dapat berjumpa dengan sang ibu. Namun jarak yang sangat jauh membuat pertemuan itu belum bisa terwujud, dan kerinduan itu semakin mendalam. Demikian pula dengan ibunya yang rindu kepada sang anak. Kerinduan mereka semakin dalam yang akhirnya salah satu di antara mereka mengalami sakit, karena sebab tekanan perasaan rindu.

Rindu… oh… rindu….

Secara khusus, rindu yang sebenarnya adalah rindu akan pertemuan seorang hamba kepada Sang Pencipta, yaitu Al-Khaliq, Allah Subhanahu wata’ala.

Pertemuan tersebut adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan bekal yang sangat banyak. Pengorbanan yang cukup besar. Dan kesadaran yang harus penuh, walaupun terkadang manusia sangat banyak lalainya.

Adakah rindu itu hadir pada diri kita,,,,,?

Rindu sesuatu, biasanya adanya sesuatu itu pernah terjadi.
Lalu, Rindu dengan Sang Pencipta, bisakah hadir pada kita?  
Dahulu, kita telah bersaksi kepada Sang Pencita sebelum kita dilahirkan di muka bumi, kemudian kita lupa dengan persaksian tersebut.

Jika ada kerinduan hadir pada kita, itulah tanda kita ingat akan persaksian tersebut.
Bagaimana cara agar kita ingat, dan bagaimana agar rindu itu hadir,,,,?
Jawabannya adalah….
KEMBALILAH….!!!

Kembalilah,,,, kepada petunujuk yang Allah Subhanahu wata’ala berikan dalam kalam-Nya atau perkataan-Nya yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim,

Kembalilah,,,,, kepada As-Sunnah yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah berikan contoh untuk mengamalkan petunjuk yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan.

Kembalilah,,, untuk selalu melihat, mendengar, dan merasa apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala anugrahkan nikmat-nikmatNya kepada kita dengan basahkan lisan kita ‘bi dzikrillah’.

Kembalilah,,,,, untuk persiapan kita di akhirat kelak. Karena akhirat adalah kehidupan yang kekal abadi.

Kembalilah,,,,, untuk menjadi orang yang selalu memperbahauri niat,
Kemablilah,,,,, untuk selalu dapat menjaga akhlaq kita kepada Allah, makhluk Allah, dan diri sendiri.
Kemablilah,,,,, untuk menyadarkan diri untuk memilih mana yang yang lebih penting dari yang penting.

Demikian, semoga kita termasuk orang yang kembali dengan Husnul Khatimah (kembali yang baik), yang dapat meluapkan rasa rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Rabbul ‘Alamin, Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, Maret 2016

20.00